Akihabara@deep Chapter 1
Hari ini
Aku hidup kembali
Dan Mantra kebangkitan itu adalah
Para Otaku Legendaris
Process : 01 @Legend Start!!
Suatu hari di sebuah Toko Waralaba bernama SonKus, seorang
pemuda nampak sedang melamar kerja.
"Tapi masalahnya, kau ini sudah tak punya keahlian, tak punya
hobi, kualifikasipun tak punya ...
Atau, kau menganggap remeh karena ini cuma Toko Waralaba
ya?" Tanya si pemilik Toko.
"Hmmm ... Setidaknya kau bisa menggunakan komputer kan?"
Tanyanya lagi.
"Mmm, tidak pak ...
maaf, saya tak bisa menyentuh Komputer" Ucap pemuda
bernama lengkap Kouji Shima itu.
"Huh, ya sudah ... Hasilnya ku beri tahu beberapa hari lagi"
"Baik! Terima kasih!" Kouji menundukan kepala dan hendak
berpamitan pergi.
"Kau bilang julukanmu Manusia Transparan ya? Tak punya
Identitas dan bagai tak ada di muka Bumi ... Menarik" Ucap si
pemilik Toko sebelum akhirnya Kouji benar-benar pergi.
"Fuuh ...
Aneh, ini kan cuma kerja sambilan di Toko Waralaba?
Untuk apa butuh keahlian khusus?
Tapi, benar kata bapak tadi ...
Ini semua telah terjadi sejak aku masih kecil ...
Julukanku adalah si Manusia Transparan
Giliranku di kelas,
Selalu saja dilewati ...
Setiap hendak piknik,
Aku selalu ketinggalan Bus ...
Yah, lagipula aku memang tak punya cita-cita,
Tak punya impian,
Dan tak ada yang menghargai usahaku ...
Andai tubuhku benar-benar transparan, aku ingin ...
Kabur dari Dunia ini"
Setelah berjalan beberapa lama di tengah ramainya suasana Kota,
Kouji sampai di sebuah stasiun kereta.
Ia memilih untuk melanjutkan perjalanan tanpa tujuannya dengan
menggunakan Kereta listrik.
"Saat orang tak menyadari keberadaanmu, itulah yang membuat
para Manusia Transparan nyaman" Pikir Kouji.
"Haha... Namanya juga perempuan" Dua orang pemuda nampak
sedang bercakap-cakap.
Tanpa disengaja, salah seorang dari mereka menyenggol
punggung Kouji.
"Ah!" Uang recehan Kouji terjatuh dan berceceran di lantai kereta.
Namun, tak ada satupun orang yang peduli.
"Benar kan? Aku memang manusia transparan ..."
"Fuuh ..." Kouji memungut dan kemudian menghitung uangnya.
"Pemberhentian berikutnya ... Akihabara"
"Ng? Akihabara? A... Apa-apaan ini!?" Tiba-tiba saja Gerbong
kereta penuh dengan orang-orang berwajah sama yang hendak
turun dari kereta.
"Kenapa banyak manusia yang sama?? Aku bekum mau turun!!"
Ucap Kouji yang terpaksa turun karena terseret arus para Otaku.
"Ah... Sudahlah ... Akihabara, di sanalah ku mulai langkah
pertamaku ... Sudah berapa tahun ya?" Tanya Kouji yang
nampaknya sudah tak asing lagi dengan Kota yg sering disingkat
dengan nama Akiba itu.
Akihabara adalah sebuah kota yang ramai, terdapat banyak
bangunan bertingkat di sana.
Tak sulit untuk mencari barang-barang elektronik seperti PC, TV,
ACV, dll di kota yang sebagian penduduknya adalah seorang
Otaku ini.
Kouji mengemut permen lolipopnya dan kemudian berkeliling
kota hingga akhirnya, ia sampai di sebuah toko yang di dalamnya
dijual banyak koleksi pribadi.
"Rental Shocase?" Kouji tertarik dan masuk ke dalamnya.
"Semua yang ada di sini, untuk dijual ya? Ng?" Di sebelahnya,
para Otaku nampak sedang berkumpul mengamati sesuatu.
Karena penasaran, Koujipun ikut melihat.
"Kali ini temanya figure ..."
"Ini produk terbaru Akihabara@deep"
"Keren banget ..." Jelas para Otaku.
Sebuah figure Wanita seksi yang memperlihatkan pakaian
dalamnya dijual dengan harga ¥ 50.000.
"Harganya 50ribu yen? Bakal laku nggak ya?" Tanya Kouji.
"Masalahnya bukan cuma uang ... Di sini, pendapan orang bodoh
sekalipun bisa membalikan keadaan" Jawab seorang wanita yang
entah datang dari mana.
"Di kota ini, semua hal mungkin terjadi" Lanjutnya.
"Eh? Lho? Wajah figure ini? Jangan-jangan ..." Wajah figure yang
dijual amat mirip dengan muka wanita tadi, saat Kouji hendak
memastikannya, wanita tadi telah menghilang.
"Kota segala kemungkinan ya?"
Setelah puas melihat-lihat, Kouji duduk di atas pagar pembatas
jalan sambil mengingat masa lalunya.
4 tahun yang lalu di sebuah pengadilan, Kouji muda sedang
menjalani persidangan.
"Kouji ... Karena ulahmu yang meresahkan masyarakat, selama 5
tahun ini ... Kau akan ada dalam pengawasan ... Kalau sampai
terulang, kau akan kami serahkan pada kepolisian" Vonis sang
hakim.
"Kemungkinan? Kemungkinan itu sudah habis 4 tahun yang
lalu ... Tanpa senjata, kemungkinan apa yang ku punya? Hah ...
Minum teh dulu ah" Pikir Kouji dan kemudian mengemut
lolipopnya lagi sebelum akhirnya bergegas ke Kedai teh.
"Selamat datang Tuan" Sapa seorang pelayan cantik ke Kouji.
"I, ini bukan kedai teh biasa!?" pikir Kouji.
"Tuan? Mau pesan apa?" Tanya pelayan itu sambil mendekatkan
mukanya ke wajah Kouji.
"A... A... Ice Tea saja ..." Ucap Kouji yang gugup.
"Uuh ... Kenapa aku jadi gugup ..." Pikir Kouji.
Trek ...
Tanpa menunggu lama, seorang wanita mengantarkan pesanan
Kouji.
"Eh!? Kau ... Yang tadi ... Model figure?"
"Akira!!" Salah seorang pelayan memanggil model figure yang
diketaui bernama Akira itu.
"Ya..." Balas Akira dan kemudian datang menghampirinya.
"Haha... Rupanya aku bukan manusia transparan" Pikir Kouji.
"Kalau tersebar, bisa-bisa aku ditertawakan" Pikirnya lagi dan
kemudian bergegas untuk pergi.
"Akira!! Gawat! Cepat ke sini!!" Teriak seorang pelayan.
"Lagi-lagi ada Stalker yang mengirim email virus!!" Jelasnya.
"Mereka lagi?" Akira mengecek komputer yang diserang virus itu.
"Cepat hentikan sebelum situsnya ..."
"Akira, serahkan padaku" Seorang Otaku telah duduk di depan
komputer.
"Jangan remehkan para Otaku Akiba" Lanjutnya.
"Tolong ya" Pinta Akira.
"Ini mudah kok, cuma perlu klik sedikit ... Lho?"
"Gimana? Beres?"
"Ng... Aneh sekali... Coba dengan tool lain ... Brengsek! Anti virus
terbaru juga nggak mempan ... Bagaimana ini ..." Otaku tadi
nampak kesulitan.
"Nggak bisa ya?" Tanya si pelayan.
"Pro, process ... Co, coba lihat bagian Process ..." Ucap Kouji
yang ternyata belum pergi.
"Eh? Kenapa bisa tahu? Anti virus terbaru saja tak bisa
menghentikannya" Ucap si Otaku dan kemudian membuka
bagian Process.
Terlihat kumpulan angka-angka yang jumlahnya begitu banyak.
Kouji memperhatikannya dengan seksama ...
"6 ... 7 ... Coba Kill PID 675" Perintah Kouji.
"Ah ... Ya" si Otaku mengkillnya dan kemudian ...
"Aahh... Berhenti!! Berhasil! Kau hebat!! Eh?" Kouji telah
menghilang.
"Uuh, seharusnya aku nggak datang lagi ke Akihabara ..." Pikir
Kouji yang telah keluar dari Kedai.
"Tunggu dulu!!" Teriak Akira dari kejauhan.
"Ku bilang tunggu ... Hosh hosh ..." Akira mengejar Kouji dan
nampak kelelahan.
"Virusnya kan sudah lenyap, ada apa lagi??" Tanya Kouji.
"Bukan begitu .... Ternyata benar, sudah ku perhatikan sejak
bertemu di Toko Showcase ... Kancing ketiga, kok bisa salah
pasang? Bikin malu saja" Akira memperbaiki kancingan baju
Kouji.
"Ah... Bi, bi, bi, bi, biarkan aku saja!! Ahh ..." Wajah Kouji
memerah.
"Manusia transparan sepertiku beruntung karena tidak
diperhatikan, tapi kenapa cuma karena kancing baju, kau ..."
"Manusia transparan? Fuh ... Tahu nggak? Orang yang bilang
begitulah yang sebenarnya justru ingin ditemukan!" Jelas Akira.
"Akira!! Gawat!!"
"Cepat kembali ke Toko!!" Dua orang pelayan datang memanggil
Akira.
Di toko, enam PC kembali terserang virus.
Komputer-komputer tersebut menampilkan sebuah video yang
memperlihatkan salah seorang pelayan kedai tersebut sedang
telanjang dan menggesek-gesek alat kelaminnya dengan jari-jari
tangan kanannya.
"A, Apa-apaan ini!?" Teriak Akira.
"Enam PC di sini semuanya kena!! Ku pikir virus tadi sudah hilang,
tapi tiba-tiba saja ada serangan hacking, terlalu kebetulan!!" Jelas
seorang Otaku.
"Ini hacking tool terkuat yang baru-baru ini menyebar di Eropa
Utara ... Strus ... Baru pertama ku lihat" Tambah Otaku yang lain.
"Kejam sekali" Seorang pelayan bahkan sampai menangis.
"Bagaimana kalau ditutup saja?? Matikan servernya ..." Usul Kouji.
Akira menatap serius ke arah komputer.
"Aku nggak terlalu mengerti soal komputer ... Tapi, cara itu sama
saja dengan kabur, aku nggak mau ..." Ucapnya tegas.
"Akira ..."
"Biar ku coba" Akira duduk di depan komputer dan kemudian
mengutak atiknya.
"Laporan Kencan Di Luar! Tarif 20 Ribu Yen bersedia service lebih
dengan negosiasi biaya tambahan" Terlihat gambar seorang
Pelayan tengah mengoral salah seorang pelanggannya.
"Apa ini!? Kejam sekali!!"
"Nggak mungkin!!" Teriak dua orang pelayan.
"Percuma! Tak bisa dihentikan!!" Jelas seorang Otaku.
"Brisik!! Aku nggak bisa konsentrasi!!" Bentak Akira.
"Di mana pusat servernya?" Tanya si Otaku tadi ke pelayan.
"Eh? Kalau tidak salah, pemilik toko ini otaku komputer dan
mengawasi semuanya, termasuk toko-toko cabang"
"Ja...jadi semua data pribadi pelayan yang tersimpan di server
akan bocor ke seluruh dunia!!"
"Sial!! Ku bilang aku harus konsentrasi!!" Teriak Akira untuk kedua
kalinya.
Sementara itu, Kouji teringat akan kata-kata Akira.
"Sebenarnya justru kau sendiri yang ingin ditemukan"
"Tenang, biar aku saja ..."
"Eh?"
Kouji menggantikan posisi Akira.
"Fuuhh..." Kouji mengeluarkan Lolipop, mengemutnya, dan
kemudian ...
TREKTREKTREKTREK ....
Kouji mengutak-atik Keyboard dengan amat sangat cepat.
"Ce ... Cepat sekali ... Benarkah dia orang yang sama??" Pikir
Akira.
Tektektek...
TekTek Trek TrEK!!
"Rina, dengan 50 Ribu, bersedia kencan diluar. Tambahan service
bagi klien yang memberi hadiah" Kouji terus mencoba, namun
video iklan asusila itu terus saja tak berhenti.
"Hei ... Belum berhenti tuh ..."
"Anu ... Tampilannya masih ada tuh ..." Ucap si otaku dan Akira.
Chupa ...
Kouji melepas lolipopnya dan kemudian berkata ...
"Sudah lama nggak menyentuh keyboard, jariku agak kaku"
"Eh..?" Semuanya terkejut.
"Nah" Kouji menekan tombol enter dan semuanyapun berakhir.
"Wah! Sudah berhenti!"
"Hebat!" Ucap dua orang otaku.
"Awalnya aku merasa pernah melihat sistem hacking ini
sebelumnya, ternyata ini dibuat dari pola ciptaanku empat tahun
yang lalu ... Untung waktu itu kubuat juga kode tersembunyi
Easter egg untuk mengakalinya ..." Jelas Kouji.
"Kau bilang kau yang ciptakan? Tapi, di Eropa Utara ..."
"Katanya sebelum mengalami proses custom, penciptanya orang
jepang ... Jangan-jangan ... Kau si orang Jepang itu!? Cracker
bernama Page yang tertangkap empat tahun lalu!!?" Teriak si
Otaku.
"Ku dengar pengadilan melarangmu menyentuh komputer
sampai umur 20 tahun! Karena tujuanmu menolong orang ...
Mereka membuat pengecualian!" Lanjutnya.
"Eh... Eeh..."
"Akira!!!" Seorang Otaku menangkap seseorang.
"Ini dia orangnya!! Panggil polisi!! Dia menghack di dalam Toko
pada Timing yang pas!!" Teriaknya.
"Lepaskan! Akira milikku!!" Teriak seorang Otaku yang ternyata
merupakan biang kerok semua kejadian ini.
"Aku harus berterima kasih... Siapa namamu?" Tanya Akira ke
Kouji, anak yang dikenal dengan nama Page.
"Ah... A... Aku ... Kemampuan komunikasiku dalam sehari ada
batasnya ... Dan ... Ini pertama kalinya ada cewek yang
memuji ... Ha, hari ini terlalu banyak yang ku alami ... Aku nggak
tahan ..." Page amat gugup sampai-sampai ia pingsan.
"Aah!? Bola matanya terbalik!!"
"Panggil ambulans!!"
"Sebenarnya aku ingin ditemukan
Tak hanya dalam komputer
Tapi juga Dunia nyata
Tak ingin hanya jadi Manusia Transparan"
"Ng?" Page tersadar di sebuah ruangan yang penuh dengan
figure.
"Sudah sadar?"
"Relamat datang, di ..."
"Akihabara@deep"